Tutorial Membuat Database Menggunakan PhpMyAdmin

Tutorial Membuat Database Menggunakan PhpMyAdmin

Database menurut pemahaman saya adalah pusat penyimpanan data yang bisa diolah dan diakses dengan mudah oleh seseorang yang memang diberikan kepercayaan untuk mengaksesnya. Karena pusat data yang tersimpan tidak bisa diakses oleh sembarangan orang. Semuanya menyangkut kerahasiaan data sebuah bisnis, institusi ataupun perusahaan.

Jenis – jenis database sendiri bermacam – macam yang bisa disesuaikan dengan kegunanan dan kenyamanan penggunanya. Support untuk diaplikasikan pada sistem berbasis desktop, sistem berbasis web maupun aplikasi mobile.

Lantas bagaimana cara membuat database itu sendiri? Kali ini saya ingin membagikan sedikit pengetahuan yang saya miliki mengenai proses pembuatan database menggunakan PhpMyAdmin. Untuk lebih jelasnya, anda bisa simak langkah demi langkah tutorial membuat database menggunakan PhpMyAdmin. Yuk Simak!

Siapkan XAMPP dan Browser

Langkah pertama membuat database dengan PhpMyAdmin adalah melakukan instalasi XAMPP. Bagi anda yang belum memiliki aplikasi XAMPP, sebaiknya download dan lakukan penginstalan. Anda bisa menemukan dengan mudah mentahan XAMPP di internet. Kemudian anda buka atau doubel klik.

Tampilan XAMPP
Tampilan XAMPP

Perhatikan gambar di atas dengan baik, ketiga deretan Modules yang sudah saya beri tanda (Apache, MySql, FileZilla), jangan lupa untuk di checklist ya. Anda bisa klik button yang ada di sebelahnya yakni “Start” . Ketika sudah berjalan, maka button tersebut akan berubah menjadi “Stop” dan running.

Fungsi XAMPP itu sendiri digunakan untuk mengkoneksikan server website anda yang berada di localhost atau komputer anda. Setelah proses setting XAMPP selesai anda bisa siapkan browser yang akan digunakan untuk mengakses PhpMyAdmin.

Akses PhpMyAdmin via Browser

Sekarang saat kita masuk ke browser yang untuk menjalankan PhpMyAdmin nya. Saya sendiri menggunakan browser “Google Chrome” karena saya anggap lebih nyaman dan friendly.

Namun jika anda ingin menggunakan browser lainnya juga bisa. Saran saya gunakan Google Chrome atau Mozilla Firefox saja karena dianggap lebih kompatibel. Silahkan ketikkan “Localhost” pada url browser anda, kemudia enter.

Baca Juga  Remote Menggunakan TeamViewer dengan IP Address
Ketikkan Localhost di URL Browser
Ketikkan Localhost di URL Browser

Anda bisa lihat tampilan di atas agar bisa lebih memahaminya. Tunggu beberapa saat ya sampai muncul tampilan seperti di bawah ini.

Tampilan Localhost
Tampilan Localhost

Klik saja “PhpMyAdmin” yang sudah saya berikan tanda kontak dan panah. Kemudian tunggu beberapa saat ya.

Membuat Database di PhpMyAdmin 

Inilah tampilan PhpMyAdmin yang sudah anda klik sebelumnya. Lihat tanda kotak merah yang saya buatkan Create New Database. Kolom tersebut digunakan untuk membuat database baru di PhpMyadmin.

Create New Database
Create New Database

Sekarang anda sudah dapat membuat dan mengolah database sesuai dengan keinginan dan kebutuhan melalui PhpMyAdmin. Untuk membuat database, sebaiknya gunakan nama database yang mudah diingat agar saat dikoneksikan ke aplikasi tidak membuat bingung dan beresiko error.

Anda bisa lihat deretan database yang ada di sebelah kiri, itu adalah contoh beberapa database pribadi saya yang sudah pernah digunakan untuk membuat berbagai aplikasi.

Untuk membuat database baru, maka anda bisa ketikkan nama database yang akan digunakan pada kolom “Create New Database” yang sudah saya berikan tanda. Selanjutnya klik saja button “Create” yang ada di sebelahnya.

Database Berilid
Database Beril.id

Note : nama database yang saya buat adalah “berilid” (pembuatan nama database tidak boleh menggunakan spasi, untuk memisahkannya anda bisa menggunakan tanda ini underscore “_”.

Membuat Table Database di PhpMyAdmin

Bisa anda lihat tampilan di atas bahwasannya database telah berhasil dibuat di PhpMyAdmin. Sekarang anda wajib menentukan Tabel apa saja yang dibutuhkan guna mendukung kinerja dari sistem aplikasi nantinya.

Silahkan buat tabel sesuai petunjuk yang ada di gambar. Masukkan nama tabel yang dianggap mudah dan sesuai dengan sistem anda. Jangan lupa isi jumlah fieldsnya (komponen tabel) sesuai kebutuhan. Saya akan memberi contoh 1 tabel saja ya untuk membantu pembelajaran agar anda bisa lebih jelas.

Note : nama tabel juga tidak boleh menggunakan fungsi spasi seperti halnya nama database.

Setelah selesai mengisi nama tabel dan jumlah fields, lanjutkan dengan mengklik button “Go”. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini (saya pakai nama tabel pertama “tabel1” dengan jumlah fields 3).

Baca Juga  Tutorial Proxmox VE Step 2 User, Group, Permission, Role dan Pool
Tampilan Pengisian Fields Pada Tabel 1
Tampilan Pengisian Fields Pada Tabel 1

Silahkan isi data fieldsnya sesuai dengan kebutuhan. Jika data berupa huruf atau kombinasi huruf dan angka silahkan pilih fungsi “Varchar”. Sedangkan data berupa angka silahkan pilih fungsi “Integer”. Kedua fungsi ini yang populer dan banyak digunakan. Perhatikan pengisiannya dengan baik.

Pengisian Fields
Pengisian Fields

Catatan :

masukkan values sesuai dengan perkiraan panjang data yang akan diinput, misalnya saja pada tampilan di atas no_id cukup (values 10), kode_konsumen (values 10) dan nama_konsumen (values 50).

Lanjutkan dengan mengklik button “Save” yang ada di pojok kanan bawah. Dan munculah tampilah seperti di bawah ini.

Tampilan Database Tabel dan Fields yang Sudah Jadi
Tampilan Database Tabel dan Fields yang Sudah Jadi

Nah sekarang database beril.id sudah jadi dan bisa anda jadikan sebagai referensi.

Sebagai tambahan, fungsi 3 Modules yang ada pada XAMPP di poin awal, sebaiknya tidak usah di Stop ya. Biarkan saja dalam kondisi running, jadi saat anda menggunakan atau mengelola database tersebut tidak error.

Karena banyak orang yang seringkali lupa mengubah Modules menjadi Start saat digunakan. Alhasil error yang terjadi justru membuatnya menjadi kebingungan. Padahal masalahnya hanya pada fungsi Modules di XAMPP.

Koneksikan Database ke Website atau Sistem Aplikasi Anda

Kini database sudah siap untuk digunakan dalam rangka mendukung proses pembuatan sistem aplikasi, baik itu berbasis desktop atau pun berbasis web. Tergantung dengan fungsi dan kebutuhannya.

Dengan melihat penjelasan di atas mengenai Tutorial Membuat Database Menggunakan PhpMyAdmin secara mendetail. Saya sangat berharap bahwasannya anda yang tengah menemui kesulitan dalam proses pembuatan database bisa mendapatkan titik cerah.

Semoga membawa manfaat bagi anda semua. Selamat mencoba dan semoga sukses ya. Jangan lelah untuk terus memperbaiki kualitas diri dengan membaca.

Bagikan :
Deni Rusdiaman

Author: Deni Rusdiaman

“Seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan tidak pernah mencoba sesuatu yang baru.” -Albert Einstein-