Penjelasan tentang Basis Data dan DBMS

Hai Sobat Beril, Pada pembahasan hari ini kita akan memberikan Penjelasan tentang Basis Data dan DBMS. Oke langsung saja kita kita mulai.

Basis Data

Data adalah fakta mengenai objek, orang, dan lain-lain. Data yang disimpan menggambarkan beberapa aspek dari suatu organisasi. Basis data adalah kumpulan data, yang dapat digambarkan sebagai aktifitas dari satu atau lebih organisasi yang berelasi.

Sedangkan Model data adalah himpunan deksripsi data level tinggi yang dikonstruksi untuk menyembunyikan beberapa detail dari penyimpanan level rendah. Beberapa manajemen basis data didasarkan pada:

  1. Model Data Relasional

Model relasional adalah model data yang paling banyak digunakan saat ini. Pembahasan pokok pada model ini adalah relasi, yang dimisalkan sebagai himpunan dari record.

Deskripsi data dalam istilah model data disebut skema. Pada model relasional, skema untuk relasi ditentukan oleh nama, nama dari tiap field (atau atribut atau kolom), dan tipe dari tiap field.

  1. Model Data Hirarkis

Model hirarkis biasa disebut model pohon, karena menyerupai pohon yang dibalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua-anak. Setiap simpul (biasa dinyatakan dengan lingkaran atau kotak) menyatakan sekumpulan medan.

Simpul yang terhubung ke simpul pada level di bawahnya disebut orang tua. Setiap orang tua bisa memiliki satu (hubungan 1:1) atau beberapa anak (hubungan 1:M), tetapi setiap anak hanya memiliki satu orang tua. Simpul – simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebua anak.

Simpul orang tua yang tidak memiliki orang tua disebut akar. Simpul yang tidak mempunyi anak disebut daun. Adapun hubungan ntara nak dn orng tua disebut cabang.

  1. Model Data Jaringan

Model jaringan distandarisasi pda tahun 1971 oleh Data Base Task Group (DBTG). Itulah sebabnya disebut model DBTG. Model ini juga disebut model CODASYL (Conference on Data System Languages), karena DBTG adalah bagian dari CODASYL.

Model ini menyerupai model hirarkis, dengan perbedaan suatu simpul anak bisa memilki lebih dari satu orang tua.

Oleh karena sifatnya demikian, model ini bisa menyatakan hubungan 1:1 (satu arang tua punya satu anak), 1:M (satu orang tua punya banyak anak), maupun N:M (beberapa anak bisa mempunyai beberapa orangtua).

Pada model jaringan, orang tua diseut pemilik dan anak disebut anggota.

Orang-orang yang berkepentingan dengan Basis Data meliputi :

  • Programmer aplikasi basis data
  • Administrator Basis Data (Database Administrator)
  • Pemakai akhir dan vendor DBMS
Baca Juga  Cara backup database otomatis dengan MySQL Backup FTP

DBMS (Database Management System)

  1. Sejarah DBMS

Manajemen Sistem Basis Data (DataBase Management System/DBMS) adalah perangkat lunak yang didesain untuk membantu dalam hal pemeliharaan dan utilitas kumpulan data dalam jumlah besar. Generasi pertama DBMS sendiri didesain oleh Charles Bachman di perusahaan General Electric pada awal tahun 1960, disebut sebagai Penyimpanan Data Terintegrasi (Integrated Data Store).

Dibentuk dasar untuk model data jaringan yang kemudian distandardisasi oleh Conference on Data System Languages (CODASYL). Bachman kemudian menerima ACM Turing Award (Penghargaan semacam Nobel pada ilmu komputer) di tahun 1973. Dan pada akhir 1960, IBM mengembangkan sistem manajemen informasi (Information Management System) DBMS.

IMS dibentuk dari representasi data pada kerangka kerja yang disebut dengan model data hirarki. Dalam waktu yang sama, dikembangkan sistem SABRE sebagai hasil kerjasama antara IBM dengan perusahaan penerbangan Amerika.

Sistem ini memungkinkan user untuk mengakses data yang sama pada jaringan komputer. Kemudian pada tahun 1970, Edgar Codd, di Laboratorium Penelitian di San Jose, mengusulkan model data relasional.

Di tahun 1980, model relasional menjadi paradigma DBMS yang paling dominan.  Bahasa query SQL dikembangkan untuk basis data relasional sebagai bagian dari proyek Sistem R dari IBM.

SQL distandardisasi di akhir tahun 1980, dan SQL-92 diadopsi oleh American National Standards Institute (ANSI) dan International Standards Organization (ISO). Program yang digunakan untuk eksekusi bersamaan dalam basis data disebut transaksi.

User menulis programnya, dan bertanggung jawab untuk menjalankan program tersebut secara bersamaan terhadap DBMS. Pada tahun 1999, James Gray memenangkan Turing Award untuk kontribusinya pada manajemen transaksi dalam DBMS.

Pada akhir tahun 1980 dan permulaan 1990, banyak bidang sistem basis data yang dikembangkan. Penelitian pada bidang basis data meliputi bahasa query yang powerful, model data yang lengkap, dan penekanan pada dukungan analisis data yang kompleks dari semua bagian organisasi.

Beberapa vendor memperluas sistemnya dengan kemampuan penyimpanan tipe data baru semisal image dan text, dan kemampuan query yang kompleks. Sistem khusus/spesial dikembangkan oleh banyak vendor untuk membuat data warehouse, mengkonsolidasi data dari beberapa basis data.

Fenomena yang paling menarik adalah adanya enterprise resource planning (ERP) dan management resource planning (MRP), yang menambahkan substansial layer dari fitur berorientasi pada aplikasi. Paket yang termasuk didalamnya meliputi Baan, Oracle, PeopleSoft, SAP, dan Siebel.

Paket-paket ini mengidentifikasi himpunan tugas secara umum (misal manajemen inventori, perencanaan sumber daya manus ia, analisis finansial) dan menyediakan aplikasi layer secara umum untuk menangani keperluan tersebut.

Data disimpan dalam DBMS relasional, dan aplikasi layer dapat disesuaikan untuk perusahaan yang berbeda. Lebih jauh lagi, DBMS memasuki dunia internet.

Baca Juga  Install dan konfigurasi MariaDB 10 pada Centos 6

Pada saat generasi pertama dari Web site menyimpan datanya secara eksklusif dalam file system operasi, maka saat ini DBMS dapat digunakan untuk menyimpan data yang dapat diakses melalui Web browser.

Query dapat digenerate melalui form Web, dan format jawabannya menggunakan markup language semisal HTML untuk mempermudah tampilan pada browser. Semua vendor basis data menambahkan fitur ini untuk DMS mereka. Manajemen basis data mempertimbangkan pentingnya suatu data bersifat on-line, dan dapat diakses melalui jaringan komputer.

Saat sekarang bidang seperti ini diwujudkan dalam basis data multimedia, video interaktif, perpustakaan digital,proyek ilmuwan seperti proyek pemetaan, proyek sistem observasi bumi milik NASA, dll.

  1. Komponen utama DBMS

Dapat dibagi menjadi 4 macam, yaitu :

  • Perangkat Keras
  • Perangkat Lunak
  • Data
  • Pengguna
  1. Level Abstraksi dalam DBMS

DBMS dapat menjadi alternative penggunaan secara khusus untuk aplikasi, semisal penyimpanan data dalam field dan menulis kode aplikasi yang spesifik untuk pengaturannya. Data dalam DBMS dapat digambarkan dalam tiga level abstraksi, yaitu konseptual, fisik, dan eksternal.

Data definition language (DDL) digunakan untuk mendefinisikan skema eksternal dan konseptual. Semua vendor DBMS menyertakan perintah SQL untuk menggambarkan aspek dari skema fisik. Informasi tentang skema konseptual, eksternal dan fisik disimpan dalam katalog sistem.

Memiliki beberapa tinjauan (User), skema konseptual tunggal (logical) dan skema fisik (Physical).

  • Menggambarkan bagaimana cara user melihat data
  • Skema konseptual mendefinisikan struktur logika
  • Skema fisikal menggambarkan file dan indeks yang digunakan

Database Management System

Gambar 1. Level Abstraksi

Skema didifinisikan dengan bahasa yang digunakan dan dibagi kedalam 2 (dua) macam diantaranya sebagaimana di bawah ini:

1.DDL (Data Definition Language)

Dipakai untuk menggambarkan desain dari basis data secara menyeluruh. DDL (Data Definition Language) dapat dipakai untuk membuat tabel baru, memuat indeks, maupun mengubah tabel. Hasil dari kompilasi DDL akan disimpan di kamus data.

2. DML (Data Manipulation Language)

Dipakai untuk memanipulasi daan pengambilan data pada suatu basis data, misalnya seperti penambahan data yang baru ke dalam suatu basis data, menghapus data pada suatu basis data dan mengubah data pada suatu basis data.

  1. Komponen dalam DBMS

DBMS biasanya mempunyai komponen fungsional (modul), diantaranya sebagaimana di bawah ini:

  • File Manager adalah mengelola ruang didalam suatu disk dan juga struktur data yang digunakan untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan didalam suatu disk.
  • Database Manager adalah menyediakan interface antar data low – level yang terdapat pada basis data dengan program aplikasi serta query yang diberikan ke suatu sistem.
  • Query Processor adalah menterjemahkan perintah dalam bahasa query ke instruksi low – level yang dapat dimengerti database manager.
  • DML Precompiler adalah mengkonversi pernyataan atau perintah DML, yang ditambahkan dalam suatu program aplikasi kepemangin prosedur normal dalam bahasa induk.
  • DDL Compiler adalah yang mengkonversi berbagai perintah DDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung meta data.
Baca Juga  Tutorial Membuat Database Menggunakan PhpMyAdmin

 

  1. Keuntungan Pengunaan DMBS

untuk penggunaannya memiliki beberapa keuntungan, antara lain :

  • Kebebasan data dan akses yang efisien
  • Mereduksi waktu pengembangan aplikasi
  • Integritas dan keamanan data
  • Administrasi keseragaman data
  • Akses bersamaan dan perbaikan dari terjadinya crashes (tabrakan dari proses serentak)
  1. Tujuan penggunaan DBMS

Berikut untuk tujuan dari penggunaan DBMS:

  • Dapat digunakan secara bersama.
  • Kecepatan serta kemudahan dalam mengakses data.
  • Efisiensi ruang penyimpanan data.
  • Untuk menangani data dalam jumlah yang besar atau banyak.
  • Untuk menghilangkan duplikasi dan juga inkonsistensi data.
  • Untuk keamanan data.
  • Dan lain-lain.
  1. Contoh dari Aplikasi DBMS

Beberapa contoh dari aplikasi DBMS, antara lain:

  1. MySQL

    Kelebihannya:

    • Free/gratis.
    • Selalu stabil dan cukup tangguh.
    • Keamanan yang cukup baik.
    • Sangat mendukung transaksi, dan dukungan dari banyak komunitas.
    • Sangat fleksisbel dengan barbagai macam program.
    • Perkembangan yang cepat.

    Kekurangannya:

    • Kurang mendukung koneksi bahasa pemerograman misalnya seperti Visual Basic (VB), Foxpro, Delphi sebab koneksi ini dapat menyebabkan field yang dibaca harus sesuai dengan koneksi bari bahasa pemerograman visual tersebut.
    • Data yang dapat ditangani belum besar dan belum mendukung widowing Function.

     

  2. Oracle

    Kelebihannya:

    • Terdapat beragan fitur yang bisa memenuhi tuntutan fleksibilitas dari organisasi atau perusahaan yang besar.
    • Bisa mendayaggunakan lebih dari satu server dan penyimpanan data dengan cukup mudah.
    • Performa pemrosesan transaksi yang sangat tinggi.

    Kekurangannya:

    • Pemakaiannya membutuhkan dana atau biaya karena mahal dan diperlukan DBA yang cukup handal sebab DBMS ini cukup rumit.

     

  3. Microsoft SQL server

    Kelebihannya:

    • DBMS ini sangat cocok untuk perusahaan mikro, menengah hingga perusahaan besar karena mampu mengelola data yang besar.
    • Mempunyai kelebihan untuk men-manage user serta tiap user-nya dapat diatur hak aksesnya terhadap pengaksesan database oleh DBA.
    • Tingkat pengamanan datanya sangat baik.
    • Dapat melakukan atau memiliki back-up, recovery, dan rollback data.
    • Kelebihan lainnya mempunyai kemampuan membuat database mirroring dan juga culustering.

    Kekurangannya:

    • Hanya bisa berjalan pada platform OS (Operasi system) Microsoft windows.
    • Perangkat lunak (software) ini berilisensi dan tentunya pemakaiannya membutuhkan biaya yang tergolong cukup mahal.

     

Sekian untuk pembahasan kali ini mengenai Penjelasan tentang Basis Data dan DBMS. Silahkan tunggu update artikel selanjutnya dari beril.id. Jika artikel ini menurut sobat bermanfaat, silahkan sobat share. Jangan lupa untuk follow sosial media kami  pada link disamping ya. Terima Kasih…

Referensi:

Fathansyah, Basis Data, Informatika Bandung, Bandung, 2002

Kadir, Abdul, Konsep dan Tuntunan Praktis Basis Data, Andi Yogyakarta, Yogyakarta, 1999

Penjelasan tentang Basis Data dan DBMS

Bagikan :