Pengertian dari Docker Serta Cara Penggunaannya

Apa itu docker dan cara penggunaanya

Hi Sobat Beril.id, Pada kali ini kita akan membahas tentang Pengertian dari Docker Serta Cara Penggunaannya.

Pengertian Docker

Docker pertama kali dikembangkan oleh Solomon Hykes sebagai project internal di dotCloud bersama dengan beberapa koleganya seperti Andrea Luzzardi dan Francois-Xavier Bourlet pada tahun 2009. Perubahan nama dotCloud menjadi docker terjadi pada tahun 2013. Berdasakan pengertian dari Official Websitenya :

Docker aims to deliver open tools to help developers build applications with open APIs to help sysadmins better manage these applications.

Docker memiliki tujuan untuk menyediakan open tools  ke pihak pengembang untuk membantu dalam membuat aplikasi dengan open APIs serta membantu sysadmin agar dapat lebih baik dalam mengatur aplikasinya.

Komponen pada Docker

Layanan docker menyediakan tiga komponen, diantaranya:

  • Software: Docker daemon atau disebut “dockerd” adalah proses yang terus-menerus untuk mengelola kontainer Docker dan menangani objects container. Daemon mengikuti permintaan API requests yang dikirim oleh Docker Engine API. Docker client diidentifikasikan sebagai “docker” yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan Docker melalui CLI. Docker REST API digunakan untuk komunikasi antar satu atau beberapa Docker daemons.
  • Objects: Docker objects merujuk ke entitas berbeda yang digunakan untuk merakit aplikasi di Docker. Docker objects yang utama adalah images, containers dan services.

Docker container adalah wadah untuk menjalankan aplikasi yang terstandarisasi dan terenkapsulasi. Container dikelola menggunakan Docker API atau CLI.

Docker image adalah template read-only yang digunakan untuk membuat containers. Images digunakan untuk menyimpan dan mengirimkan aplikasi.

Docker service memungkinkan containers untuk diupgrade dibeberapa Docker daemons. Hasilnya dikenal sebagai “swarm”, gabungan daemons berkomunikasi melalui Docker API.

  • Registries: A Docker registry adalah repositori untuk Docker images. Docker clients terhubung ke registries untuk mendownload (“pull”) images atau untuk upload (“push”) images yang telah dibuat. dapat bersifat public atau private. Dua public registries utama adalah Docker Hub dan Docker Cloud. Docker Hub adalah registry default tempat Docker mencari images.

Pengertian dari Docker Serta Cara Penggunaannya

Gambar 1. Komponen Docker

Arsitektur pada Docker

Terdapat beberapa perintah pada docker yang sering digunakan yaitu build, pull dan run. Dibawah ini merupakan contoh ilustrasi sederhana untuk workflow pada arsitektur docker.

Pengertian dari Docker Serta Cara Penggunaannya

Gambar 2. Arsitektur Docker

Perbedaan dengan Virtualisasi

Perbedaan antara docker dengan virtualisasi yaitu dimana virtualsisasi berjalan di atas hypervisor atau guest OS, sedangkan docker dapat menjalankan aplikasi langsung tanpa kedua hal tadi. Terdapat juga fitur sandbox yang menjamin tidak mengganggu pengerjaan antara pengembang dan sysadmin. Sandbox yaitu mekanisme pemisahan aplikasi atau program tanpa mengganggu host (isolasi). Bagi para pengembang, sandbox dapat menjamin aplikasinya berjalan tanpa ada gangguan atas perubahan lingkungan host. Sedangkan bagi sysadmin, dapat menjamin host server yang dikelola tidak terganggu dan dapat melakukan update tanpa takut mengganggu aplikasi.

Pengertian dari Docker Serta Cara Penggunaannya

Gambar 3. Perbedaan Virtualisasi dan Docker

Menggunakan Docker di CentOS

Aplikasi docker bisa dijalankan pada sistem operasi Linux seperti Ubuntu, Debian, RedHat dan distro lainnya. Khusus untuk Windows dan MacOS dapat dijalankan menggunakan Docker Toolbox. pada pembahasan ini kita menggunakannya di CentOS.

Instalasi Docker

Update aplikasi OS terlebih dahulu menggunakan perintah:

yum –y update

Mulai Install docker dengan perintah:

yum install –y docker

Menyalakan auto start docker dengan perintah:

systemctl enable docker

Menyalakan services docker dengan perintah:

systemctl start docker

Cek versi docker dengan perintah:

docker –v

Membuat Docker Images

Untuk memeriksa apakah sudah terdapat docker images yaitu dengan perintah :

docker images

Karena kita baru melakukan installasi, seharusnya belum ada file Image docker yang terbentuk.

Terdapat beberapa docker images yang bisa kita gunakan yaitu dengan mengambil images dari lokasi docker hub (memerlukan koneksi internet). Kita bisa mencari docker imagesnya menggunakan perintah:

docker search nginx

setelah itu, kita dapat mengambil images tersebut dengan perintah:

docker pull nginx

Untuk menghapus image dapat menggunakan perintah:

docker rmi nama_image -f

Menjalankan Docker Container

Berikut perintah yang digunakan untuk cek docker container list:

docker ps -l

Berikut perintah yang digunakan untuk membuat docker container:

docker run -d -p 8080:80 --name nginx-1 nginx

Beberapa fungsi parameter tambahan dalam docker run yaitu:
–name nginx-1 Untuk memberi nama container dengan nama nginx-1 (biasanya digunakan untuk memudahkan delete container dan lainnya)
-p 8080:80 Untuk port forwarding dari 8080 port tujuan ke port 80 asal aplikasi (forward port 80 ke port 8080)
-d tanpa isian parameter, digunakan untuk menjalankan perintah sebagai daemon (background service, tanpa log di terminal)
-it Nah ini kebalikan dari -d digunakan untuk menjalankan container pada mode interactive di terminal
-rm untuk menjalankan container secara benar-benar bersih. Jika container ini sedang berjalan, akan di stop dan di start ulang (agar tidak terjadi conflict)

Setelah docker container berjalan, kita bisa mengecek network status dengan perintah:

netstat -lnpt

Kita juga bisa pastikan dengan menggunakan browser dengan url:

http://localhost:8080

Pada docker, Kita bisa run beberapa container sekaligus dari images yang sama. Caranya yaitu hanya jalankan docker run dengan port yang berbeda-beda. Setelah itu cek di browser:

docker run -d -p 8082:80 --name nginx-2 nginx
docker run -d -p 8083:80 --name nginx-3 nginx
http://localhost:8082
http://localhost:8083

Untuk masuk ke dalam docker container bisa menggunakan perintah:

docker exec -it nginx-1 /bin/bash

Untuk menghapus docker container menggunakan perintah dibawah ini:

docker stop nama/id_container
docker rm nama/id_container
docker ps -l

Dibawah ini merupakan contoh penerapan penggunaan docker untuk deploy big data:

Pengertian dari Docker Serta Cara Penggunaannya

 

Baca Juga  Cara Memblokir Situs Dengan Unbound

Oke deh sobat, Sekian pembahasan kali ini tentang Pengertian dari Docker Serta Cara Penggunaannya. Silahkan tunggu updatean artikel selanjutnya dari beril.id . Jika artikel ini menurut sobat bermanfaat, silahkan sobat share. Jangan lupa untuk follow sosial media kami  pada link disamping ya. Terima Kasih…

Referensi :

https://www.docker.com

https://en.wikipedia.org/wiki/Docker_(software)

Bagikan :