DNS Server Unbound

Internal Zone DNS Unbound

Assalamu’alaikum Waroh Matullahi Wabarokatuh

Hai rekan-rekan beril mungkin dan kenal yang namanya DNS server baik di linux atau di windows, sekarang saya ingin memperkenalkan DNS Server Unbound yang merupakan aplikasi Opensource yang berlicensi OpenBSD,

Apasih DNS Unbound itu?

Unbound adalah produk DNS resolver , rekursif, dan caching DNS dari NLnet Labs.

Awalnya dirancang oleh Jakob Schlyter dari Kirei dan Roy Arends of Nominet pada tahun 2004, pendanaan disediakan oleh VeriSign dan ep.net untuk mengembangkan prototipe yang ditulis di Java ( David Blacka dan Matt Larson , VeriSign). Pada tahun 2006, prototipe ini ditulis ulang untuk kinerja tinggi dalam bahasa pemrograman C oleh NLnet Labs.

Unbound dirancang sebagai seperangkat komponen modular yang menggabungkan fitur modern, seperti keamanan yang ditingkatkan ( DNSSEC ) validasi, Internet Protocol Versi 6 (IPv6), dan penyelesai klien perpustakaan antarmuka pemrograman aplikasi sebagai bagian integral dari arsitektur. Awalnya ditulis untuk sistem operasi POSIX-compatible Unix-like, itu berjalan pada FreeBSD , OpenBSD , NetBSD , OS X , dan Linux , serta Microsoft Windows .

Untuk merefresh ulang apa sih itu DNS, fungsi dan Manfaat DNS itu sendiri.

Pengertian DNS (Domain Name System ) :

Domain Name System (DNS) adalah Distributed database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di rangkaian yang menggunakan TCP/IP.

DNS merupakan sebuah aplikasi service yang biasa digunakan di internet seperti web browser atau email yang menerjemahkan sebuah domain ke IP address. Berikut adalah kelebihan dari DNS :

  1. DNS sangat mudah karena user tidak lagi disusahkan untuk mengingat ip address sebuah komputer, cukup hostname.
  2. Konsisten, IP address sebuah komputer boleh berubah, tapi hostname tidak boleh berubah.
  3. Simple, DNS server mudah untuk dikonfigurasikan (bagi admin).
Baca Juga  Konfigurasi Virtual Host atau Server Block di Web Server Nginx

Berikut kekurangan DNS adalah User tidak dapat menggunakan nama banyak untuk mencari nama domain baik di internet maupun di intranet

Fungsi DNS (Domain Name System) :

Fungsi dasar dari DNS adalah untuk menerjemahkan atau mentranslasikan alamat ip menjadi sebuah nama domain dan juga sebaliknya.

Contohnya saja alamat facebook.com, google.com, merupakan alamat ip dari situs tersebut yang kemudian ditranslasikan menjadi sebuah nama domain.

Manfaat DNS (Domain Name System ) :

Manfaat yang paling umum dari DNS (Domain Name System) tentu saja untuk mempermudah pengguna dalam mengakses situs yang kita buat. Secara umum manusia lebih mudah mengingat kata dari pada mengingat angka.

Perbandingan DNS Unbound dengan Program DNS yang lain.

Dibandingkan dengan dnscache, Unbound memiliki konfigurasi yang relatif lebih mudah. Sedangkan jika dibandingkan dengan Bind, tentu sudah pada tahu dengan cerita securitynya yang sudah melegenda, Unbound relatif lebih aman dan lebih cepat dalam meresponse query.

Berikut ini hasil benchmark beberapa DNS server yang saya kutip dari http://www.lissyara.su/articles/freebsd/programms/unbound/

Dari grafik diatas menujukkan performance Unbound untuk menjawab query jauh diatas rata-rata dari server-server yang lain. Bahkan kemampuannya hampir tiga kali lipat dari BIND atau dnscache.  Pengalaman saya selama beberapa hari menggunakannya memang sungguh memuaskan.

Dengan menggunakan tool unbound-control kita bisa memperoleh statistik total query,

query miss (tidak ada dalam cache) maupun query hit (terdapat dalam cache).

Dalam satu minggu dari 1,5 juta total request, jumlah query yang hits bisa mencapai sekitar 1,1 juta request.

Perbandingan antara query miss dan query hits selama seminggu selengkapnya menggunakan Unbound sebagaimana grafik dibawah ini :

Demikain untuk perkenalan dengan yang namanya DNS Unbound.

Dan next kita akan mencoba install DNS Unbound dengan menggunakan Centos 7.

Uunbound sendiri bisa di implementasikan di semau platfon linux dan windows pun juga bisa menggunakan.

Waalaikumsalam warahmarullahi wabarakatuh

Bagikan :
Irfan Maulana

Author: Irfan Maulana

Apa yang terlihat “buruk” saat ini, belum tentu menjadi “buruk” di masa depan_ begitu pula untuk sebuah kebaikan. ?