Cara Membuat Default Parameter Pada Fungsi PHP

Pernahkah anda mendengar istilah Default Parameter pada fungsi PHP ? Jika belum, saya akan mencoba menjelaskan kepada anda semua agar bisa memahaminya yang bisa digunakan sebagai bekal dalam belajar fungsi PHP.

Default parameter mempunyai kedudukan yang sangat penting pada penggunaan fungsi PHP. Dengan memanfaatkan Default Parameter, anda akan lebih mudah saat menjalankan atau memanggil fungsinya sehingga bisa digunakan secara otomatis tanpa anda memanggilnya terlebih dahulu. Untuk itu, diperlukan pemahaman lebih terhadap Default parameter agar anda bisa menggunakan secara maksimal.

Penjelasan Mengenai Default Parameter

Istilah tersebut digunakan pada istilah parameter yang sejak awal memang mempunyai nilai default. Agar lebih jelas, saya akan memberikan contoh sebagai dasar. Misalnya saja saat ingin menambahkan nilai tambah(). Kali ini, untuk membuat nilai tambah(), membutuhkan 2 parameter yang akan digunakan ya.

contoh 1 default parameter

Manfaat yang akan anda dapatkan jika menambahkan fungsi default parameter, maka anda bisa langsung memanggil fungsi tambah() tersebut menggunakan inputan 1 angka saja atau pun tidak melakukan proses penginputan sama sekali. Anda bisa lihat sendiri perubahan yang terjadi pada tampilan gambar fungsi yang saya buat di bawah ini.

Perubahan Contoh 1

Perbedaan penambahan fungsi yang saya buat terletak pada fungsi tambah menjadi $b=2. Fungsi yang saya rubah tersebut yang diidentifikasikan sebagai Default Parameter. Tanpa menggunakan fungsi $b saat anda melakukan pemanggilan fungsi, maka angka 2 tersebut secara otomatis akan dijadikan sebagai nilai awal ya.

Dengan memanfaatkan nilai default tersebut, maka anda bisa membuat fungsinya menjadi bersifat opsional. Selain itu, Default Parameter dibuat agar memudahkan anda sehingga pekerjaan menjadi lebih fleksibel dan lebih cepat. Anda bisa menggunakan parameter yang dianggap perlu saja dalam rangka menunjang kebutuhan pekerjaan anda dan bisa mengabaikan parameter lainnya. Inilah yang dikatakan sebagai sifat opsional dari fungsi default parameter.

Bagaimana Cara Penulisan Default Parameternya?

Poin paling penting yang dibutuhkan dalam proses pembuatan Default Parameter adalah nilai awal untuk mendefinisikannya. Format paling mendasar di bawah ini wajib anda pahami.

Baca Juga  Tutorial Menambahkan Plugin Baru di Wordpress

Format Dasar

Saya akan jelaskan satu persatu dari fungsi – fungsi dasar yang digunakan di atas.

  • nama_fungsi digunakan sebagai identitas fungsi yang akan anda buat nantinya atau sebagai nama fungsi itu sendiri.
  • $parameter1, $parameter2 digunakan sebagai variable yang nantinya akan menampung hasil inputan dari penggunanya.
  • nilai_default1, nilai_default2 digunakan sebagai nilai awal dari parameter yang akan anda gunakan.
  • return nilai_akhir digunakan sebagai instruksi pengembalian dari hasil pemrosesan yang telah dikerjakan.

Dengan melihat contoh di bawah ini, saya yakin anda bisa lebih memahaminya.

Seperti contoh di atas, fungsi pangkat() tersebut menggunakan nilai angka 2 sebagai Default Parameter untuk difungsikan pada parameter $pangkat. Jadi jika anda berusaha memanggil fungsi pangkat() tanpa menggunakan parameter ke-2, maka pada fungsi pangkat() secara otomatis akan muncul nilai angka 2 ya.

Detailnya seperti ini, saat anda mencoba memanggil fungsi pangkat(5), tanpa menggunakan parameter ke-2, karena Default Parameternya adalah nilai angka 2, jadi sebenarnya anda sama saja memanggil fungsi pangkat(5,2). Begitu juga jika anda menggunakan fungsi pangkat(3), fungsi pangkat (4) dan seterusnya.

Berbeda jika anda menggunakan pangkat(2,9), karena nilai angka 2 dijadikan sebagai default parameter, maka saat pemanggilan nilai dari $pangkat adalah 9 ya. Hal ini dikarenakan saya menggunakan 2 argumen.

Penempatan yang Tepat Default Parameter

Sebagian besar pengguna pemrograman PHP, penggunaan fungsi tidak ada pembatasan berapa banyak default parameternya. Anda bebas menggunakan berapa saja jumlah default paramater sesuai dengan kebutuhan. Sebagai catatan saja, pada fungsi yang sama, penambahan parameter regular, tidak bisa diletakkan setelah default parameter lainnya. Atau dengan kata lain, default parameter tidak bisa diletakkan sebelum parameter regular.

Intinya adalah default parameter harus diletakkan pada bagian paling belakang, atau pun berurutan dengan default parameter lainnya. Silahkan perhatikan pada fungsi berikut sehingga menyebabkan munculnya error.

function tambah($nilai1, $nilai2=3, $nilai3)

Mengapa bisa terjadi error pada fungsi di atas? Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, bahwasannya default parameter diletakkan pada bagian sebelum parameter regular atau parameter biasa. Kelihatannya sepele, namun dampaknya begitu besar. Anda bisa mempraktekkannya sendiri sebagai pembuktian terhadap penjelasan yang telah saya berikan. Sedangkan contoh yang benarnya bisa anda lihat pada 3 contoh yang saya berikan di bawah ini.

Baca Juga  Cara Penggunaan Tipe Data Integer Pada Program Pascal

Contoh 1 peletakan default paremeter yang benar :

function tambah($nilai1, $nilai2, $nilai3=3)

atau

Contoh 2 peletakan default paremeter yang benar :

function tambah($nilai1, $nilai2=3, $nilai3=3)

atau

Contoh 3 peletakan default paremeter yang benar :

function tambah($nilai1, $nilai2=3, $nilai3=3, $nilai4=3)

Pada fungsi yang saya berikan di atas, letak default parameternya diletakkan setelah parameter regular atau parameter biasa ya. Saat dijalankan, tentu saja tidak akan muncul error, karena peletakkannya sudah mengikuti prosedur yang dibakukan. Selama anda mengikuti peraturan dalam peletakkan default parameter, maka terjadinya error pada koding yang anda buat sangatlah kecil. Nah dengan begitu, anda akan memperkecil peluang terjadinya error yang terkadang membuat sebagian besar pengguna menjadi frustasi.

Itulah detail informasi yang bisa saya berikan mengenai cara pembuatan default parameter pada fungsi PHP. Dengan mengetahui dasarnya terlebih dahulu, tentu akan membantu memudahkan anda untuk bisa menguasai setiap fungsi yang digunakan pada pemograman PHP. Mengolah berbagai fungsi sesuai kebutuhan menjadi lebih mudah dan cepat. Semoga bermanfaat ya.

Bagikan :